SEKILAS INFO
28-09-2022
  • 3 bulan yang lalu / Alhamdulillah, e-journal an-nuur yang dikelola LPPM STAI Almuhammad Cepu, per 13 Mei 2022 secara resmi sudah memperoleh ijin penerbitan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dengan ISSN 2829-6230. Jurnal OJS ini terbit secara berkala, yaitu periode April – Oktober
  • 5 bulan yang lalu / Keluarga Besar STAI Almuhammad Cepu Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1443 Hijriyah Mohon Maaf Lahir dan Batin, semoga ibadah puasa yang baru dilaksanakan diterima oleh Allah swt.
  • 1 tahun yang lalu / Kegiatan Kuliah Umum Bertemakan “Berlari Menuju Mutu” di STAI Almuhammad oleh PW ISHARI NU Jawa Tengah, Sholihin Hasan SAg MPdI
Perkuat Karakter Aswaja, Gelar Pelatihan Tanduk Ambeng

Perkuat Nilai-Nilai Aswaja, STAI Almuhammad Gelar Pelatihan Tanduk Ambeng.

Untuk menanamkan nilai-nilai Ahlussunah wal Jamaah, Sekolah Tinggi Agama Islam Almuhammad Cepu melaksanakan pelatihan tanduk ambeng. Kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Pelatihan tanduk ambeng dilaksanakan dalam rangka melengkapi teori mata kuliah kepesantrenan (Aswaja) untuk mahasiswa semester tiga. Pelatihan dipusatkan di kampus setempat.

Sholihin Hasan, salah seorang dosen mata kuliah Aswaja mengatakan, dalam tradisi masyarakat Jawa, khususnya yang ada di Kabupaten Blora dan sekitarnya sangat akrab dengan istilah tanduk ambeng. Tanduk adalah sejumlah kalimat yang dibaca seorang kiai atau tokoh masyarakat sebelum acara selametan dimulai. Tanduk juga identik dengan mengikrarkan niat selametan. Sedangkan ambeng identik dengan tumpeng atau kenduri.

“Pelatihan ini dalam rangka memberikan keterampilan bagi para mahasiswa agar saat terjun di masyarakat nanti, mereka bisa melayani kepentingan masyarakat secara benar dan tepat,” kandidat Doktor UIN Walisongo tersebut.

Dikatakan, saat ini, tradisi tumpengan masih sangat kental di tengah-tengah masyarakat. Agar acara tumpengan bisa berjalan sesuai kaidah-kaidah agama, maka diperlukan tukang (petugas) tanduk ambeng yang mumpuni, Benar secara tauhid, benara secara lafal, dan benar secara adat istiadatnya.

Dari data yang dia himpun, sedikitnya ada 50-an macam acara tumpengan dalam setahun. Di antaranya acara selamatan bayi lahir (krayah), pindah rumah (boyongan), akan bepergian (lelungan), tahlil, manakiban, berzanji, yasinan, tingkeban (tujuh bulan bayi dalam kandungan), ruwahan, peringatan tiga hari, tujuh hari 40 hari, 100 hari, seribu hari dan mendak (memperingati 1 tahun meninggalnya seseorang), serta geblak (memperingati hari meninggal seseorang). Selain itu, lanjutnya, ada acara selamatan ngalungi sapi, sapi melahirkan, ketupatan, satu muharram, mauludan, nuzulul Qur’an, Isra’ Mi’raj, bancaan weton (hari lahir seseorang), khitanan, pernikahan, campur bawur, bucu kendit, buka gebyok, mendirikan bangunan, beli kendaraan baru, membuat tarup dan aneka macam syukuran. Kemudian ada sedekah bumi, pindah rumah, pindah kerja, sedekah laut dan peletakan batu pertama pada sebuah bangunan.

Aneka macam acara yang dilakukan masyarakat tersebut membutuhkan keahlian tersendiri. Karena masing-masing acara, iqrar niat, dan doanya juga berbeda-beda,

 

Pengunjung

040506
Users Today : 21
Users Yesterday : 73
This Month : 2414
This Year : 21555
Total Users : 40506
Views Today : 108
Total views : 93505

Maps

Alamat

Jl. Blora No.151, Wonorejo, Cepu, Kec. Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah 58312