SEKILAS INFO
25-10-2021
  • 1 bulan yang lalu / Kegiatan Kuliah Umum Bertemakan “Berlari Menuju Mutu” di STAI Almuhammad oleh PW ISHARI NU Jawa Tengah, Sholihin Hasan SAg MPdI
  • 1 bulan yang lalu / Sedikitnya 304 mahasiswa bari STAI Almuhammad Cepu melaksanakan Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (Mastama).  Mastama diikuti mahasiswa dari 6 Prodi. Yaitu Prodi PAI, Prodi MPI, Prodi Piaud, Prodi PGMI, Prodi Ahwal Asy-Syakhsyiyah, dan Prodi Perbankan Syariah. Mastama yang dibuka Ketua STAI, DR (cd) Kadarismanto MPdI itu berlangsung selama tiga hari. Yakni, dari 31 Agustus hingga 2...
  • 6 bulan yang lalu / BEM STAI Alnuhammad akan menggelar webinar dengan tema Studi Kritis Islamisasi Sains, pada Kamis 29 April 2021 mulai pukul 13.30 WIB. Webinar akan menghadirkan dua nara sumber utama, yakti KH Budi Harjono dan Ning Faiz Farichah.
Perkuat Karakter Aswaja, Gelar Pelatihan Tanduk Ambeng

Perkuat Nilai-Nilai Aswaja, STAI Almuhammad Gelar Pelatihan Tanduk Ambeng.

Untuk menanamkan nilai-nilai Ahlussunah wal Jamaah, Sekolah Tinggi Agama Islam Almuhammad Cepu melaksanakan pelatihan tanduk ambeng. Kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Pelatihan tanduk ambeng dilaksanakan dalam rangka melengkapi teori mata kuliah kepesantrenan (Aswaja) untuk mahasiswa semester tiga. Pelatihan dipusatkan di kampus setempat.

Sholihin Hasan, salah seorang dosen mata kuliah Aswaja mengatakan, dalam tradisi masyarakat Jawa, khususnya yang ada di Kabupaten Blora dan sekitarnya sangat akrab dengan istilah tanduk ambeng. Tanduk adalah sejumlah kalimat yang dibaca seorang kiai atau tokoh masyarakat sebelum acara selametan dimulai. Tanduk juga identik dengan mengikrarkan niat selametan. Sedangkan ambeng identik dengan tumpeng atau kenduri.

“Pelatihan ini dalam rangka memberikan keterampilan bagi para mahasiswa agar saat terjun di masyarakat nanti, mereka bisa melayani kepentingan masyarakat secara benar dan tepat,” kandidat Doktor UIN Walisongo tersebut.

Dikatakan, saat ini, tradisi tumpengan masih sangat kental di tengah-tengah masyarakat. Agar acara tumpengan bisa berjalan sesuai kaidah-kaidah agama, maka diperlukan tukang (petugas) tanduk ambeng yang mumpuni, Benar secara tauhid, benara secara lafal, dan benar secara adat istiadatnya.

Dari data yang dia himpun, sedikitnya ada 50-an macam acara tumpengan dalam setahun. Di antaranya acara selamatan bayi lahir (krayah), pindah rumah (boyongan), akan bepergian (lelungan), tahlil, manakiban, berzanji, yasinan, tingkeban (tujuh bulan bayi dalam kandungan), ruwahan, peringatan tiga hari, tujuh hari 40 hari, 100 hari, seribu hari dan mendak (memperingati 1 tahun meninggalnya seseorang), serta geblak (memperingati hari meninggal seseorang). Selain itu, lanjutnya, ada acara selamatan ngalungi sapi, sapi melahirkan, ketupatan, satu muharram, mauludan, nuzulul Qur’an, Isra’ Mi’raj, bancaan weton (hari lahir seseorang), khitanan, pernikahan, campur bawur, bucu kendit, buka gebyok, mendirikan bangunan, beli kendaraan baru, membuat tarup dan aneka macam syukuran. Kemudian ada sedekah bumi, pindah rumah, pindah kerja, sedekah laut dan peletakan batu pertama pada sebuah bangunan.

Aneka macam acara yang dilakukan masyarakat tersebut membutuhkan keahlian tersendiri. Karena masing-masing acara, iqrar niat, dan doanya juga berbeda-beda,

 

Pengunjung

010051
Users Today : 24
Users Yesterday : 38
This Month : 1227
This Year : 10051
Total Users : 10051
Views Today : 102
Total views : 22988

Maps

Alamat

Jl. Blora No.151, Wonorejo, Cepu, Kec. Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah 58312